Selamat Datang

Selamat Datang di Blog Santi Yuliani.

Seminar Offline dan Online IGI

Kegiatan Workshop Sagusablog, Menuju Sekolah Cerdas 4.0.

Gerakan LIterasi Membaca

Meningkatkan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui Gerakan Literasi Membaca.

Selasa, 25 Agustus 2020

PEMBELAJARAN TEMA 2 ST 1 PB 4 KELAS 6

Assalamualaikum wr,wb.
Selamat Datang di Blog ibu Santi Yuliani. Bagaimana kabar kalian hari ini? semoga kalian senantiasa dalam lindungan Allah SWT Amiin.

Sebelum kita melaksanakan kegiatan pembelajaran hari ini, Apakah kalian sudah mengisi kegiatan harian kalian?

Alhamdulillah jika kalian sudah melaksanakan kegiatan harian.
Kita awali pembelajaran hari ini dengan mengucapkan Basmalah.
Bismillahirrohmanirrohim.


Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini dilakukan selama pandemi covid-19 lebih difokuskan pada pembelajaran berbasis proyek, produk maupun percobaan. Pembelajaran Jarak Jauh memang tidaklah mudah bagi para siswa. Selain kesulitan mengenai teknologi, gairah untuk belajar jarak jauhpun pastinya berbeda dengan pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Untuk itu, saya selaku Guru berusaha mencari inovasi dan kreatif yang bisa membangkitkan kembali gairah peserta didik untuk gairah kembali belajar secara optimal. Dan Mudah-mudahan terobosan yang saya lakukan memberikan perubahan pembelajaran yang berbeda, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kalian maupun bagi peserta didik lainnya,

Pembelajaran Jarak Jauh ini dilakukan untuk menyukseskan pembelajaran jarak jauh dengan inovasi.

Adapun Materi Pembelajaran hari ini adalah Tema 2 Persatuan Dalam Prbedaan SubTema 1 Rukun Dalam Perbedaan tentang Perbedaan Pendapat antara golongan Tua dan Golongan Muda Menjelang Proklamasi

Sebelum pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Ternyata terjadi perdebatan antara golongan pemuda dengan golongan tua. Baik golongan tua maupun golongan muda, sesungguhnya sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan proklamasi kemerdekaan dalam suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintah jepang. Hanya saja, mengenai cara melaksanakan proklamasi itu terdapat perbedaan pendapat. 

Golongan tua, sesuai dengan perhitungan politiknya, berpendapat bahwa indonesia dapat merdeka tanpa bertumpah darah, jika tetap bekerja sama dengan Jepang. Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan, diperlukan suatu revolusi yang terorganisir.

Soekarno dan Hatta, dua tokoh golongan Tua, bermaksud membicarakan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dengan cara itu, pelaksanaan proklamasi kemerdekaan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah jepang.

Sikap golongan tua tersebut tidak disetujui oleh golongan pemuda. Mereka menganggap, bahwa PPKI adalah badan buatan jepang. Sebaliknya, golongan pemuda menghendaki terlaksananya proklamasi kemerdekaan itu, dengan kekuatan sendiri tanpa adanya campur tangan pemerintah Jepang.

Perbedaan pendapat ini, mengakibatkan penekanan-penekanan golongan pemuda kepada golongan tua yang mendorong mereka melakukan "aksi penculikan" terhadap diri Sokarno-Hatta. Sehingga terjadilah peristiwa Rengasdengklok. Namun, pada akhirnya proklamasi berhasil dilaksanakan secepatnya tanpa campur tangan dari pemerintahan jepang.

Ayo berlatih 1

Berdasarkan bacaan tersebut, Tulislah informasi penting pada teks bacaan diatas pada peta pikiran seperti yang tergambar pada contoh peta pikiran berikut! 
Kembangkan informasi pada peta pikiran menggunakan kalimatmu sendiri dalam bentuk Karangan minimal 3 paragraf. Serahkanlah hasil pekerjaanmu kepada gurumu.


Ayo berlatih 2
Setelah membaca teks, cobalah untuk menjawab pertanyaan berikut dengan benar!
  1. Apa yang kamu ketahui tentang golongan muda dan golongan tua?
  2. Perbedaan apasaja yang terdapat pada teks?
  3. Apa yang kamu ketahui tentang peristiwa Rengasdengklok?
  4. Mengapa terjadi peristiwa Rengasdengklok?
Materi  PPKn KD 3.4 dan 4.4

Ayo Membaca

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Hidup Rukun

HidupRukun artinya saling menghormati dan menyayangi antara sesama manusia. Sedangkan Kerukunan adalah sikap menjaga hubungan baik dengan sesama. Hidup rukun dapat dilakukan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Hidup rukun sangat bermanfaat dalam kehidupan.
Manfaat hidup rukun antara lain:
  1. Tidak akan terjadi pertengkaran dan perselisihan
  2. Menciptakan rasa persatuan dan kesatuan
  3. Menciptakan rasa aman dan damai
  4. Memiliki banyak teman
  5. Hidup menjadi aman dan damai
Sebaliknya jika kamu tidak membina hidup rukun maka akan berakibat sebagai berikut.
  1. Selalu merasa takut
  2. Dibenci oleh banyak orang
  3. Hidup tidak nyaman
  4. Tidak punya teman
Ayo berlatih 3

Setelah membaca teks, cobalah untuk menjawab pertanyaanberikut dengan benar!
  1. Apa yang kamu ketahui tentang hidup rukun?
  2. Berilah contoh hidup rukun yang kamu ketahui!
  3. Apa saja manfaat hidup rukun?
  4. Apa yang akan terjadi jika kamu tidak membina hidup rukun?
Ayo Lakukan

Perhatikan gambar berikut, kya.
Sampaikan jawabanmu kepada gurumu!

  1. Jika kamu sedang bermain bersama mereka, apa yang harus kamu perhatikan terkait kerukunan dan persatuan?
  2. Apakah kamu telah menerapkan nilai-nilai kerukunan terkait persatuan dan kesatuan dalam kehidupanmu sehari-hari? Jelaskan dan berilah contohnya!
  3. Tulislah manfaat yang kamu peroleh dari nilai-nilai kerukunan!
Setelah kalian membaca artikel materi maupun tugas yang ibu berikan dan mencatatnya di buku tulis kalian, sekarang saatnya kalian mengerjakan soal evaluasi Tema 2 Subtema 1 Pb 4. Klik Disini

Kalian bisa juga langsung mengerjakan pada formulir berikut!

Minggu, 23 Agustus 2020

OPERASI PERKALIAN DAN PMBAGIAN BILANGAN BULAT NEGATIF

MATERI PJJ MTK KELAS 6 - PERKALIAN BILANGAN BULAT NEGATIF

Assalamualaikum wr.wb.
Semangat pagi Anak-anak. Salam sejahtera bagi kita semua.
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian senantiasa dalam lindungan Allah SWT Aamiin.
Baiklah Anak-anak Sebelum kita melaksanakan pembelajaran hari ini, apakah kalian sudah mengisi kegiatan harianmu?
Alhamdulillah jika sudah dilaksanakan.
Marilah Kita awali pembelajaran ini dengan mengucapkan basmalah.
Bismillahirrohmanirrohim.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini difokuskan pada Pembelajaran Berbasis Proyek, jadi lebih banyak melakukan kegiatan praktek, percobaan, proyek, produk, dan portofolio.
Pembelajaran Berbasis Proyek ini mudah-mudahan kegiatan yang kalian lakukan akan bermanfaat bagi diri kalian sendiri dan bagi sekitar. Aamin.

Materi yang akan kita pelajari hari ini PERKALIAN  DAN PEMBAGIAN BILANGAN BULAT NEGATIF

Apakah kalian tahu apa definisi dari bilangan bulat?
Apa sajakah yang termasuk operasi hitung bilangan bulat?

Bilangan bulat adalah semua bilangan asli yang tidak memiliki komponen pecahan atau desimal. Bilangan bulat bisa bersifat positif, negatif, atau nol. Operasi hitung pada bilangan bulat antara lain penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Pada tulisan ini hanya membahas mengenai perkalian dan pembagian bilangan bulat saja.

Konsep dasar perkalian adalah penjumlahan berulang, inilah yang menyebabkan A x B berbeda dengan B x A, sebab A x B = B+B+B+B (sebanyak Ax), sedangkan B x A = A+A+A+A (sebanyak Bx). Misalnya saja pada aturan pemakaian suatu obat, biasanya ditulis 3 x 1 tablet sehari. Ini menunjukkan bahwa obat itu tidak diminum 3 tablet sekaligus, melainkan 1 tablet setiap kali minum sebanyak 3 kali (pag/siang/sore). Contoh lainnya adalah 6 x 4 = 4+4+4+4+4+4 sedangkan 4 x 6 = 6+6+6+6.

Melakukan operasi hitung perkalian dan pembagian dua atau lebih bilangan bulat tidak jauh berbeda dengan melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan asli. Perbedaannya adalah pada tanda negatif., hal ini karena bilangan negatif termasuk ke dalam bilangan bulat. Dengan memperhatikan tanda pada bilangan bulat, perkalian bilangan bulat dapat dilakukan dengan mudah, sama seperti perkalian bilangan asli.

A. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
Perkalian dan pembagian bilangan bulat memiliki sifat-sifat masing-masing sehingga dipahami terlebih dahulu. Berikut ini rumus dan sedikit penjelasan mengenai perkalian pada bilangan bulat.

Cara pengerjaan sama dengan operasi hitung bilangan cacah.
untuk lebih memahami materi perhatikan berikut cara pengerjaannya.
Hasil perkalian dan pembagian sama yaitu jika ada negatif yang mempunyai pasangan hasilnya adalah positif, Jika tidak ada pasangan hasilnya negatif. Bisa di lihat tabel berikut:
Rumus Perkalian dan pembagian



1. Perkalian Bilangan Bulat Positif dan Bilangan Bulat Negatif
Untuk lebih memahami tentang operasi perkalian bilangan bulat positif dan negatif, silahkan perhatikanlah contoh-contoh berikut.
3 x (-8) = -8 + (-8) + (-8) = -24
5 x (-12) = -12 + (-12) + (-12) + (-12) + (-12) = -60
4 x (-7) = (-7) + (-7) + (-7) + (-7)  = -28

Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif. Di mana Untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :

a x (-b) = - (a x b)
2. Perkalian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Positif

Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif. Di mana Untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :

a × (– b) = – (a × b)

3. Perkalian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Negatif

Berdasarkan gambar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil kali dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif. Di mana untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :

– a × (– b) = a × bContoh :
Tentukan hasil perkalian bilangan-bilangan :

12 x (- 4) = 12 x (- 4) = - ( 12 x 4 ) = - 48
15 x (- 4) = 15 x (- 4) = - ( 15 x 4 ) = - 60
- 5 x 15 = – 5 x 15 = - ( 5 x 15 ) = - 75
- 16 x (- 5) = – 16 x (- 5) = 16 x 5 = 80

B. Operasi Pembagian pada Bilangan Bulat
Untuk memahami operasi hitung pembagian pada bilangan bulat, Anda harus paham dengan konsep operasi perkalian pada bilangan bulat karena pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
12 : 3 = 4 ↔ 4 x 3 = 12
32 : 4 = 8 ↔ 8 x 4 = 32

Operasi pembagian merupakan kebalikan dari operasi perkalian sehingga berlaku : a x b = c ↔ c x b = a
1. Pembagian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Positif
- 18 : 3 = - 6 ↔- 6 x 3 = - 18
- 36 : 4 = - 9 ↔- 9 x 4 = - 36
- 40 : 8 = - 5 ↔ - 5 x 8 = - 40

Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil bagi bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif adalah bilangan bulat negatif. Pada setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku
-a : b = - ( a : b )

2. Pembagian Bilangan Bulat Positif dan Bilangan Bulat Negatif 
18 : (- 3) = -6 ↔ -6 x (- 3) =18
42 : (- 7) = -6 ↔-6 x (- 7) = 42
72 : (- 9) = -8 ↔ -8 x (- 9) =72

Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil bagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif. Pada setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku
a : (– b) = – (a : b)

3. Pembagian Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Negatif 
- 18 : (- 3) = 6 ↔ 6 x (- 3) = -18
- 42 : (- 6) = 7 ↔ 7 x (- 6) = - 42
- 72 : (- 8) = 9 ↔ 9 x (- 8) = - 72

Berdasarkan contoh-contoh soal di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil bagi dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif. Di mana untuk setiap bilangan bulat a dan b selalu berlaku :

–a : (–b) = a : b

Contoh :
Hitunglah :

12 : (- 3) = 12 : (- 3) = - ( 12 : 3 ) = - 4
16 : (- 4) = 16 : (- 4) = - ( 16 : 4 ) = - 4
– 45 : 3 = – 45 : 3 = - ( 45 : 3 ) = - 15
– 63 : (- 7) = – 63 : (- 7) = 63 : 7 = 9

Cara pengerjaan
Contoh

2 x 2 =4                                  2 : 2 = 1

2 x (-2) = -4                            2 : (-2) = -1

-2 x 2 = -4                             -2 : 2 = -1

-2 x (-2) = 4                          -2 : (-2 )= 1

-20 : -2 : -2 = -5

Hasilnya negatif karena ada bilangan negatif 3. ( -, -) satu pasangan dan negatif yang satu tidak punya pasangan.

12 x -1 x -2 = 24

Hasilnya positif karena negatifnya ada 2 jadi satu pasangan. + satu jelas hasilnya positif. Jadi hasilnya adalah positif

Operasi Hitung Campuran
Operasi hitung campuran merupakan penghitungan yang melibatkan berbagai jenis operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian).

Ketika melakukan pengerjaan hitung campuran yang perlu diperhatikan adalah:
a. Jika ada tanda kurung, maka harus didahulukan.
Contoh : (3 x 4) + (6 + 2) = 12 + 8
= 20

b. Perkalian dan pembagian sama kuatnya, maka pengerjaannya dimulai dari kiri
Contoh : 28 : 4 - 2 x 3 = 7 - (2 x 3)
= 7 - 6
= 1

c. Penjumlahan dan pengurangan sama kuat, maka pengerjaannya dimulai dari kiri.
Contoh : 20 - 5 + 10 = 15 + 10 = 25

d. Perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan, sehingga cara mengerjakannya dimulai dari yang lebih kuat. Artinya perkalian atau pembagian dikerjakan sendiri. Lebih mudahnya diberi tanda kurung.
Contoh : 90 : 5 - 7 x 2 + 10 = (90 : 5) - (7 x 2) + 10
= 18 - 14 + 10
= 4 + 10
= 14

e. Mengetahui operasi perkalian bilangan positif x positit, positif x negatif, negatif x positif, dan negatif x negatif

(+) x (+) = (+)
(+) x (-) = (-)
(-) x (+) = (-)
(-) x (-) = (+)

Contoh :
3 x 4 = 12
3 x (-4) = (-12)
(-3) x 4 = (-12)
(-3) x (-4) = 12

f. Mengetahui operasi pembagian bilangan positif : positif, positif : negatif, negatif : positif, dan negatif : negatif

(+) : (+) = (+)
(+) : (-) = (-)
(-) : (+) = (-)
(-) : (-) = (+)

Contoh :
12 : 4 = 3
12 : (-4) = (-3)
(-12) : 4 = (-3)
-12 : (-4) = 3

g. Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif dan bilangan bulat positif tergantung dari tanda dan bilangannya.

Contoh penjumlahan:
5 + 8 = 13
(-5) + 8 = 3
5 + (-8) = -3

Contoh pengurangan:
5 - 8 = (-3)
5 - (-8) = 13
Kok bisa? Iya karena - ketemu - jadinya +
5 - (-8) = 5 + 8 = 13
-5 - 8 = (-13)
Bagaimana caranya?
Kalau ada bilangan bulat negatif dikurangi bilangan bulat positif itu anggap saja sebagai penjumlahan bilangan bulat negatif.
-5 - 8 = (-5) + (-8) = (-13)

Soal Matematika Operasi Hitung Campuran
Nah, setelah agak paham tentang operasi hitung campuran, berikut ini contoh latihan soal operasi hitung campuran untuk memantapkan materi yang sudah dipelajari tadi.

Contoh soal 1
38 × (-26) – (-1.120) : 32 + 125 = ....
Pembahasan :
38 × (-26) – (-1.120) : 32 + 125 = ....
38 × (-26) – {(-1.120) : 32} + 125 = (-988) - (-35) + 125
= (-988) + 35 + 125
= -953 + 125
= -828

Contoh soal 2
896 : (-28) × 26 + (-213) – 372 = ....

Pembahasan :
896 : (-28) × 26 + (-213) – 372 = ....
{896 : (-28)) × 26 + {(-213) – 372} = (-32) x 26 + (-585)
= (-832) + (-585)
= (-1.417)

Contoh soal 3
138 + (-38) × 45 : (-15) – 258 = ....

Pembahasan :
138 + (-38) × 45 : (-15) – 258 = ....
138 + ((-38) × 45} : (-15) – 258 = 138 + {(-1.710) : (-15)} - 258
= 138 + 114 - 258
= (-6)
Contoh soal 4
625 – (-1.768) : 34 × 17 + (-180) = ....

Pembahasan :
625 – (-1.768) : 34 × 17 + (-180) = ....
625 – {(-1.768) : 34} × 17 + (-180) = 625 - {(-52) x 17} + (-180)
= 625 - (-884) + (-180)
= 625 + 884 + (-180)
= 1.509 + (-180)
= 1.329

Contoh soal 5
(-68) × 35 + 624 : (-13) – (-732) = ....

Pembahasan :
(-68) × 35 + 624 : (-13) – (-732) = ....
{(-68) × 35} + {624 : (-13)} – (-732) = (-2.380) + (-48) – (-732)
= (-2.428) + 732
= (-1.696)

Contoh soal 6
18 × {(-196) – (-924)} : 28 + 128 = ....

Pembahasan :
Pengurangan ada tanda kurung maka harus didahulukan
18 × {(-196) – (-924)} : 28 + 128 = 18 × {(-196) + 924} : 28 + 128
= {18 x 728} : 28 + 128
= {13.104 : 28} + 128
= 468 + 128
= 596

Contoh soal 7
832 : (-32) × {228 + (-188)} – 351 = ....

Pembahasan :
Penjumlahan ada tanda kurung maka harus didahulukan
832 : (-32) × {228 + (-188)} – 351 = {-26 × 40} - 351
= (-1.040) - 351
= (-1.391)

Contoh soal 8
326 + (-352) × 45 : {(-166) – (-286)}= ....

Pembahasan :
Pengurangan ada tanda kurung maka harus didahulukan
326 + (-352) × 45 : {(-166) – (-286)} = ....
326 + {(-352) × 45} : {(-166) – (-286)} = 326 + (-15.840) : {(-166)} + 286}
= 326 + {(-15.840) : 120}
= 326 + (-132)
= 194
Contoh soal 9
{(-1.557) – (-2.357)} : 25 × {255 + (-230)} = ....

Pembahasan :
Pengurangan dan penjumlahan ada tanda kurung maka harus didahulukan
{(-1.557) – (-2.357)} : 25 × {255 + (-230)} = ....
{(-1.557) + 2.357} : 25 × {255 + (-230)} = 800 : 25 x (-5)
= 32 x (-5)
= -160

Contoh soal 10
(-24) × {(-138) + 176} : {(-582) – (-658)} = ....

Pembahasan :
Penjumlahan dan pengurangan ada tanda kurung maka harus didahulukan
(-24) × {(-138) + 176} : {(-582) – (-658)} = (-24) x 38 : {(-582) + 658}
= -912 : (-76)
= 12

Setelah kalian membaca artikel tadi sampai selesai, tentunya kalian sudah mencatat hal-hal yang penting dan pasti sudah mencatat tugas yang ibu berikan.
Apakah kalian sudah memahami materinya? Jika sudah, ayo kerjaan soal di bawah ini yaa.
Tulis namamu dengan lengkap!
Klik Link Soal Disini
atau bisa langsung kalian kerjakan pada formulir dibawah ini!

SOAL EVALUASI MATEMATIKA

Sabtu, 22 Agustus 2020

MACAM-MACAM POLA LANTAI PADA SENI TARI


Materi Pembelajaran SBdP Kelas VI Tema 2 ST 1 Persatuan dalam perbedaan tentang Maca-macam Pola Lantai pada Seni Tari: Pengertian – Fungsi dan Jenisnya

Contoh Tarian yang menggunakan Pola Lantai

Di dalam seni tari tak hanya irama dan gerakan yang perlu diperhatikan dalam pementasan.
Namun juga perlu adanya pola lantai agar penampilan lebih menarik para penonton yang melihatnya.

Apa itu pola lantai dan apa saja jenis-jenisnya, berikut ini merupakan pembahasan lebih jelas mengenai pola lantai.

Pengertian Pola Lantai

Ada beberapa pengertian pola lantai diantaranya sebagai berikut:

Pengertian Secara Umum

Secara umum pengertian pola lantai adalah pola yang dibentuk sebagai cara bagi penari dalam berpindah, bergerak ataupun bergeser posisi untuk melakukan penguasaan panggung supaya tampak lebih menarik.

Pengertian Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pola merupakan sistem, cara kerja, bentuk ataupun sebuah struktur. Sedangkan lantai dalam KBBI merupakan bagian bawah berupa alas ataupun dasar dari suatu ruangan maupun bangunan.

Dalam hal ini bisa disimpulkan menurut KBBI bahwa pola lantai merupakan suatu sistem, bentuk ataupun struktur di atas alas atau dasar suatu ruangan.

Tujuan Pola Lantai

Ada beberapa tujuan dibentuknya pola lantai diantaranya:

• Untuk membuat penari tidak bertabrakan dengan penari lainnya sehingga letaknya sinkron atau sesuai.
Dengan adanya pola lantai, penari yang akan bergeser, berpindah tempat, atau melakukan gerakan, tidak akan berbenturan atau bertabrakan tangan maupun kaki dengan penari lainnya.

• Untuk membedakan gerakan-gerakan antara seni tari satu dengan yang lainnya.
Dengan adanya pola lantai akan ada beragam seni tari yang menampilkan keindahan keindahan dengan perbedaannya masing-masing.

• Untuk membuat sebuah tarian menjadi lebih menarik ketika ditampilkan.
Dengan adanya pola lantai, para penari akan menampilkan tarian-tarian yang lebih menarik dan tidak membosankan dibandingkan hanya diam di tempat.

• Untuk membuat penari agar terlihat secara keseluruhan di depan para penonton.
Dengan adanya pola lantai, tidak akan ada penari yang menutupi penari lainnya sehingga semua penari dapat terlihat jelas di depan penonton.

• Untuk menguasai panggung.
Dengan adanya pola lantai, keseluruhan panggung dapat terisi oleh para penari dan tidak akan terjadi kekosongan yang membuatnya kurang selaras.

Fungsi Pola Lantai

Ada beberapa fungsi adanya pola lantai antara lain:
• Sebagai cara untuk menata gerakan-gerakan pada penari.
• Sebagai cara untuk membuat para penari agar kompak dan terlihat sinkron.
• Sebagai cara untuk menciptakan struktur dalam pementasan seni tari.
• Sebagai cara agar penampilan seni tari lebih menarik ditonton oleh masyarakat di atas panggung.

Jenis-jenis Pola Lantai

• Pola Lantai Diagonal

Pola lantai diagonal merupakan pola dalam seni tari yang membentuk garis lurus menyudut ke kanan atas, ke kiri atas, ke kanan bawah ataupun ke kiri bawah.
Pola lantai ini memberikan suatu makna akan kedinamisan dan kekuatan.

• Pola Lantai Horizontal

Pola lantai horizontal merupakan pola dalam seni tari dimana penari berjajar lurus dari kanan ke kiri atau sebaliknya dari kiri ke kanan.
Pola lantai ini memiliki makna tentang hubungan antara manusia dengan alam.
Pada level dasar, pola lantai jenis ini dilakukan dengan cara duduk atau berbaring.
Di level selanjutnya pola ini dapat dilakukan dengan jongkok atau berlutut. Sedangkan di level yang paling tinggi, pola ini dilakukan dengan cara jinjit, berdiri atau pun melompat.

• Pola Lantai Melingkar

Pola lantai melingkar merupakan jenis pola dalam seni tari yang membentuk suatu lingkaran.
Pola ini memberikan makna mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

• Pola Lantai Vertikal



Pola lantai vertikal hampir sama dengan pola lantai horizontal.
Pola lantai ini membentuk garis lurus dari depan ke belakang atau pun sebaliknya dari belakang ke depan.
Pola ini bermakna tentang hubungan antara manusia dengan manusia lainnya serta kehidupan sehari-hari.

Contoh Tarian yang menggunakan Pola Lantai

Ada beberapa tarian yang menggunakan pola lantai diantaranya:
• Tari Saman

Tari Saman merupakan tari yang menggunakan pola lantai horizontal. Tari ini memiliki makna antar hubungan pada Tuhan yang berisi dakwah keagamaan, rasa kebersamaan dan kompak, serta perilaku sopan santun.

• Tari Kecak

Tari Kecak merupakan tari yang menggunakan pola melingkar dengan beberapa penari laki-laki.
Tari ini memiliki makna kekompakan dan persatuan antara manusia dalam menyampaikan komunikasinya kepada Tuhan dan harapannya kepada masyarakat lainnya.

• Tari Remo

Tari Remo merupakan tari yang menggunakan pola lantai diagonal dimana memiliki makna berupa penyambutan tamu yang agung dengan segala kekuatan yang dimiliki.

• Tari Sinanggar Tulo

Tari Sinanggar Tulo merupakan tari yang menggunakan pola lantai diagonal dan menjelaskan tentang suatu kedinamisan seorang laki-laki yang menuruti perintah ibunya.

• Tari Srimpi Pandhe Lori

Tari Srimpi Pandhe Lori merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai vertikal dimana memberikan gambaran tentang dua putri Arab yaitu Dewi Sudarawerti dan Dewi Sirtupilaeli yang bertarung merebutkan seorang pangeran dari Arab.

• Tari Gitek Balen
Tari Gitek Balen merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai vertikal dimana memberikan makna tentang kecantikan dari anak-anak perempuan yang baru saja menginjak umur dewasa.

• Tari Baris Cengkedan

Tari Baris Cengkedan merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai vertikal di mana menjelaskan tentang gambaran pahlawan Bali yang menampilkan kejantanan sebelum pergi ke medan perang.

• Tari Manuk Dadali

Tari Manuk Dadali merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai vertikal dengan menggambarkan seekor burung garuda yang memiliki watak penuh kasih sayang dan rela berkorban untuk orang lain.

• Tari Legong

Tari Legong merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai melingkar yang memberikan makna keagamaan dan sebagai perwujudan rasa syukur serta terhadap para leluhur dan Tuhan.

• Tari Pendet

Tari Pendet merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai melingkar dimana bertujuan untuk ucapan rasa syukur dan memberikan sambutan kepada dewa yang turun ke dunia.

• Tari Andun

Tari Andun merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai melingkar. tari ini memberikan makna atas ucapan rasa syukur terhadap hasil panen yang melimpah ruah.

• Tari Sekapur Sirih

Tari sekapur sirih merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai melingkar.
Tarian ini memberikan makna atas rasa suci yang dimiliki oleh penarinya ketika sedang kedatangan seorang tamu dan juga sebagai upacara penyambutan.

• Tari Blantek

Tari blantek merupakan jenis tari yang menggunakan pola lantai vertikal di mana tari tarian ini menjelaskan tentang kehidupan masyarakat Betawi.
Tari blantek biasanya diisi oleh lawakan-lawakan dalam pementasannya.



Pola lantai tari menjadi bagian penting yang harus diketahui oleh para penari. Banyak manfaat yang diperoleh ketika menguasai pola lantai. Tidak hanya pertunjukan tarinya saja yang bagus dan menarik, tetapi mempermudah penari dalam melakukan gerakan.

Demikianlah Artikel yang berjudul Macam-macam pola lantai dalam Seni Tari

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini, semoga informasi tentang pola lantai ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dimanapun berada. Khususnya untuk peserta didik saya.

Jumat, 21 Agustus 2020

PEMBELAJARAN TEMA 2 ST 1 PB 1 DETIK-DETIK MENUJU PROKLAMASI KMERDEKAAN RI



Persiapan Kemerdekaan

Sebelum proklamasi ada beberapa peristiwa penting yang harus kita ketahui. Peristiwa yang dimaksud sebagai berikut:
1. Dibentuknya BPUPKI dan PPKI

Badan Penelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai didirikan sebagai persiapan kemerdekaan Indonesia. BPUPKI dipimpin oleh Rajiman Wedyodiningrat. Setelah itu BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai yang dipimpin oleh Soekarno dan Moh. Hatta. Pada tanggal 12 Agustus 1945 perwakilan jepang, Marsekal Terauchi, bertemu dengan pimpinan PPKI dan Rajiman Wedyodiningrat di Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi
kemerdekaan RI, Persiapannya sudah dilakukan sejak lima bulan sebelumnya, tepatnya pada 1 Maret 1945. Di tanggal ini dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam Bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Badan ini diresmikan pada 29 April 1945 dan diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat.memberitahukan bahwa jepang akan memberikan Indonesia Kemerdekaan.

Sebagai persiapan, BPUPKI melakukan dua kali sidang. Sidang pertama dilakukan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Sidang ini menghasilkan rumusan dasar negara Indonesia (Pancasila) yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo, Mr. Muh. Yamin, dan Ir. Soekarno. Itulah mengapa tiap 1 Juni, sekarang kita peringati sebagai Hari Lahirnya Pancasila.

Sebagai tindak lanjut, pada 22 Juni 1945, dibentuk Panitia Kecil sebanyak sembilan orang (disebut juga Panitia Sembilan) dan mematangkan konsep Pancasila. Hasilnya dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Sidang kedua dilakukan pada 10-14 Juli 1945 menghasilkan rumusan Undang-Undang Dasar lengkap dengan pembukaannya (preambule).


Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI diganti menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai dalam Bahasa Jepang. Panitia ini berjumlah 21 orang dan tugasnya adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

2. Jepang Menyerah Kepada Sekutu

Kekalahan Jepang kepada Sekutu di Perang Dunia II yang tengah terjadi saat itu ternyata juga membawa dampak buruk bagi Jepang. Salah satunya adalah peristiwa dijatuhkannya bom Atom di kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan di Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada 15 Agustus 1945. Berita tentang kekalahan Jepang menyebar dengan cepat lewat radio dan didengar oleh tokoh-tokoh muda Indonesia.

3. Peristiwa Rengas Dengklok

Berita tentang kekalahan jepang didengar oleh tokoh-tokoh muda Indonesia seperti Sutan Syahrir, Wikana, Chaerul Saleh dan Sukarni. Bersama dengan Moh. Hatta, golongan muda ini mengadakan rapat di Pegangsaan Timur.

Rapat dipimpin oleh Chairul Saleh dan menghasilkan keputusan yang menjadi dasar proklamasi Indonesia. Hasil ini disampaikan kepada Bung Karno oleh Wikana dan Darwis, namun terjadi perbedaan pendapat. Sutan Syahrir mendesak Soekarno dan Hatta agar Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan karena berpikir hadiah kemerdekaan trsebut hanyalah tipu muslihat Jepang saja. Setelah beberapa rapat, akhirnya golongan muda memutuskan untuk mengasingkan Bung Karno ke luar kota agar tidak mendapat pengaruh dari Jepang.

Kalau kamu pergi ke daerah Kuningan di Jawa Barat, kamu pasti akan melihat papan nama Rengasdengklok. Bung Karno dan Bung Hatta diungsikan ke Rengasdengklok, Jawa Barat oleh para pemuda. Mereka dijemput pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 4.30 WIB oleh rombongan golongan muda. Mereka diasingkan karena meminta para pemuda untuk sabar dalam mengumumkan proklamasi. Sementara itu, di Jakarta akan dilaksanakan rapat anggota PPKI di gedung Pejambon 2.

Ahmad Soebardjo yang saat itu mencari keberadaan Bung Karno dan Bung Hatta-pun diberangkatkan ke Rengasdengklok untuk bertemu dan berunding dengan mereka. Akhirnya Soebardjo berjanji jaminan nyawa kepada golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan itu, akhirnya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dilepaskan.


Rumah milik Djiauw Kie Song yang dijadikan sebagai tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta. (Sumber: oneforindonesia.com).

Perumusan Teks Proklamasi

Setelah dari Rengasdengklok, Soekarno dan rombongan kembali ke Jakarta dan segera melakukan pertemuan untuk membahas persiapan kemerdekaan.Pertemuan itu dilakukan di kediaman Laksamana Maeda yang saat itu menjabat sebagai kepala Kantor Penghubung Angkatan Laut Jepang. Disana Soekarno, Hatta, Sukarni, Ahmad Soebardjo, Mbah Diro dan B.M. Diah melakukan rapat untuk menentukan isi Teks Proklamasi. Setelah disepakati mengenai isi teks Proklamasi kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta yang menjadi wakil bangsa Indonesia sebab mereka memiliki pengaruh yang besar bagi rakyat Indonesia. Setelah itu, Soekarno memerintahkan Sayuti Melik untuk mengetik Teks Proklamasi. Gambar tersebut adalah isi teks Proklamasi yang sudah diketik oleh Sayuti Melik.



Sebelum merumuskan naskah proklamasi, Soekarno-Hatta menemui Mayor Jendral Nishimura untuk menanyakan sikapnya mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Sayangnya, tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut karena Jepang yang sudah menyerah kepada sekutu, sehingga mereka tidak dibolehkan untuk mengubah keadaan politik di Indonesia sampai kedatangan sekutu. Akhirnya Soekarno-Hatta memutuskan untuk melanjutkan pembuatan naskah proklamasi.

Kata “Proklamasi” adalah sumbangan pemikiran Soekarno, kalimat pertama adalah sumbangan pemikiran Ahmad Soebarjo, dan kalimat terakhir merupakan sumbangan pemikiran Hatta. Teks itu kemudian diberi saran dan sedikit perubahan oleh Sukarni, lalu diketik oleh Sayuti Melik. Terakhir, Sukarni memberi usulan bahwa naskah ini sebaiknya ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Pada pukul 04.30 WIB konsep naskah proklamasi selesai disusun.


Suasana perumusan naskah Proklamasi. (Sumber: maritimnews.com dan historia.id).

Buat Kalian yang tinggal di Jakarta, pasti kamu pernah melewati lapangan Monumen Nasional (Monas) ‘kan? Semula, pembacaan teks Proklamasi akan dilaksanakan di lapangan tersebut. Dulu, namanya adalah Lapangan Ikada. Namun, Bung Karno merasa jika diadakan di tempat yang luas dan ramai, hal itu dapat menimbulkan bentrokan antara rakyat dengan pihak militer Jepang. Kemudian ia mengusulkan untuk menyelenggarakan proklamasi di rumahnya di Jl. Pegangsaan Timur No. 56.

Proklamasi Kemerdekaan RI

Detik-detik menuju proklamasi kemerdekaan RI semakin dekat. Setelah disepakati, Pembacaan teks Proklamasi akan dilakukan pada hari Jum'at 17 Agustus 1945 di kediaman Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur No.56 Jakarta (Jl. Proklamasi) pada pukul 10.00 WIB pagi. Moh. Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor pers, B.M. Diah untuk memperbanyak naskah teks proklamasi dan menyiarkan ke seluruh dunia.

Para toko perjuangan serta rakyat indonesia berkumpul untuk menyaksikan teks Proklamasi dibacakan dan melihat pengibaran bendera Merah Putih. Pagi harinya rumah Soekarno sudah dipadati oleh banyak orang. Shudanco Latief Hendraningrat menugaskan anak buahnya untuk berjaga-jaga di sekitar rumah Ir. Soekarno. Bung Karno menunggu kedatangan Bung Hatta untuk membacakan naskah tersebut. Setelah Soekarno yang didampingi Hatta membacakan teks Proklamasi.

Pengibaran bendera dilakukan oleh S. Suhud dengan bantuan Shudanco Latief Hendraningrat. Bendera merah putih yang dikibarkan dijahit oleh Fatmawati, istri Bung Karno. Upacara berlangsung syahdu karena tanpa dikomando para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya ketika bendera dikibarkan.


Suasana pengibaran bendera Merah Putih untuk pertama kalinya. (Sumber: bobo.grid.id).

Penyebarluasan Berita Proklamasi RI

Berita proklamasi disebarluaskan melalui siaran radio dari kantor berita Domei. Mendengar berita ini, pihak Jepang melarang penyiaran berita proklamasi itu. Kemudian pada tanggal 20 Agustus 1945 alat pemancar di Domei diputus dan disegel sehingga pegawainya dilarang masuk. Tanpa kehilangan akal, para pemuda kemudian membuat alat pemancar baru yang mereka ambil dari alat-alat pemancar dari kantor berita Domei. Alat pemancar ini dibawa ke Menteng dan berita tersebut segera disiarkan ke seluruh Indonesia. Selain dari radio penyebaran berita proklamasi dilakukan lewat pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian Jawa pada tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Wah, untung para pemuda tidak kehabisan akal, ya.dan tak kenal menyerah dari pahlawan. Meskipun banyak menghadapi kendala dan Argumen akhirnya para tokoh bisa mempersatukan diri karna memiliki cita-cita yang sama yaitu ingin merdeka.

Nah anak-anak Itu dia, peristiwa detik-detik menuju Proklamasi kemerdekaan RI. Penuh perjuangan tentunya, ya. Kita harus bersyukur karena kerjakeras para pahlawan yang terlibat dalam peristiwa tersebut, kita bisa hidup tenang kini. Kalau kamu mau berdiskusi tentang proklamasi RI, kamu bisa lakukan di Group Kelas!

Setelah kalian memahami materi diatas, selanjutnya kalian cobalah untuk membuat tujuh  kalimat tanya berdasarkan teks yang berjudul "Detik-detik Menuju Proklamasi Kemerdekaan RI" di atas. Gunakan Kata tanya yang tepat! dengan menggunakan peta pikiran seperti berikut ini!


Kemudian kalian kerjakan soal evalusi IPS dengan Klik Disini
dan evaluasi Bahasa Indonesia dengan klik Disini atau langsung pada form berikut ini!

Evaluasi IPS Tema 2 ST 1 PB 1


Evaluasi Bahasa Indonesia Tema 2 St 1 Pb 1


Selasa, 28 Juli 2020

Kegiatan IGI

Ikatan Guru Indonesia adalah organisasi pendidikan yang beranggotakan guru, dosen, dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009.


Ikatan Guru Indonesia merupakan wadah bagi guru, dosen dan pemerhati pendidik diindonesia. Organisasi IGI memberikan banyak kesempatan kepada guru-guru yang hendak meningkatkan kompetensi guru. Dan Organisasi IGI semakin berkembang dengan pesat hingga 34 provinsi..1 wilayah dari luar negeri, dan IGI daerah di 400 kota dan kabupaten di Indonesia.

Ikatan Guru Indonesia merupakan organisasi guru yang diinisiasi tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Ahmad Rizali. Klub Guru Indonesia secara resmi berbadan hukum pada tanggal 26 November 2009 dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009. Pada Surat Keputusan tersebut, Klub Guru Indonesia berubah nama menjadi Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan dipimpin oleh Ketua Umum Satria Dharma dan Sekretaris Jenderal Muhammad Ihsan dari IGI Wilayah Jawa Timur serta Ketua Dewan Pembina Indra Djati Sidi dari Wilayah Jawa Barat.

Pada tanggal 30-31 Januari 2016, Ikatan Guru Indonesia melaksanakan Kongres II di Makassar. Pada Kongres ini, Muhammad Ramli Rahim dari Sulawesi Selatan dan Mampuono dari Jawa Tengah terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal IGI periode 2016-2021. Di bawah kepemimpinan Muhammad Ramli Rahim dan Mampuono ini,

Selain mengembangkan IGI wilayah dan daerah, duet Muhammad Ramli Rahim dan Mampuono tetap fokus pada peningkatan kompetensi guru. Terkait peningkatan kompetensi guru ini, IGI menyelenggarakan kegiatan workshop, diklat, seminar, hingga simposium. Pada 2016 silam, IGI pun mengembangkan seratus organisasi guru mata pelajaran tingkat nasional yang disebut IGMP atau Ikatan Guru Mata Pelajaran.

Program kerja IGI
Sagusatab (satu guru satu tablet)
Sagusanov (satu guru satu inovasi)
Sagusadro (satu guru satu aplikasi andorid)
Sagusamik (satu guru satu komik pembelajaran)
Sagusampi (satu guru satu multi media pembelajaran interaktif)
Sagusablog (satu guru satu blog)
Sagusakti (satu guru satu karya tulis ilmiah)
Sagusaku ( satu guru satu buku)
Sagusaegem (satu guru satu edu game)
Sagusanimasi (satu guru satu animasi)
Sagusacpad (satu guru satu casio pad)
Diklat Guru Non IT
DIklat Lectora
Diklat Geogebra
Gerakan Guru Berintegritas
Diklat Guru Ramah Anak.
Menemu Baling.
Gerakan Hemat Energi dan Penciptaan Energi Baru dan Terbarukan.
Gerakan peningkatan kemampuan guru Inklusi dan pendidikan untuk semua
Gerakan Guru Saudara
Gerakan Bayar Balik

Senin, 27 Juli 2020

Materi Kelas V

Organ Gerak Hewan dan Manusia | Tema 1 Subtema 2 Kelas 5 SD Semester 1 Updated: Dec 3, 2019 Materi ajar tema 1 untuk kelas 5 SD semester 1 ini terbagi menjadi 3 subtema. Artikel ini membahas khusus mengenai rangkuman subtema 2, untuk subtema lainnya sila klik link di bawah ini: Tema 1 Subtema 1 Kelas 5 Semester 1Tema 1 Subtema 3 Kelas 5 Semester 1 Selamat belajar!

Organ Gerak Hewan dan Manusia Tema 1 Subtema 2 kelas V



A. Bahasa Indonesia

Ide Pokok: Intisari yang terkandung dalam sebuah paragraf, umumnya diwakili oleh kalimat
utama.

Ringkasan: Kegiatan menceritakan kembali secara ringkas mengenai teks bacaan yang telah
dibaca.

Manfaat Membuat Ringkasan:

1. Menghemat waktu
2. Membantu persiapan tes
3. Mengukur tingkat pemahaman

Langkah-langkah Membuat Ringkasan:

1. Baca teks secara garis besar
2. Baca teks secara cermat
3. Catat pokok pikiran/ide pokok setiap paragraf
4. Tulis ulang secara sistematis dan ringkas

B. IPS

Sumber Daya Alam (SDA): Sesuatu yang bersumber dari alam dan bisa dimanfaatkan sebagai
alat pemenuhan kebutuhan hidup
Jenis Sumber Daya Alam:

1. Hayati: terdiri atas hewan dan tumbuhan
2. Nonhayati: hasil tambang, air, angin, panas bumi
Sumber Daya Alam Indonesia:

1. Hasil Pertanian: padi, jagung, kedelai, dan lain-lain.
2. Hasil Perkebunan: karet, tembakau, minyak sawit, tebu, dan lain-lain.
3. Hasil Produksi Pertambangan:

Avtur: Bahan bakar pesawat terbang
Bensin: Bahan bakar kendaraan bermotor
Minyak tanah: Bahan bakar kompor minyak
Solar: Bahan bakar kendaraan bermesin diesel
LNG (Liquid Natural Gas) dan LPG (Liquid Petroleum Gas)
Oli: Cairan pelumas mesin kendaraan
Vaselin: bahan pelumas dan obat
Parafin: bahan pembuatan lilin
Aspal: bahan pengerasan jalan

Persebaran hasil tambang di Indonesia:

Minyak Bumi: Cepu (Jatim), Sungai Plaju (Sumsel), Dumai (Riau), Tarakan (Kaltara), Balikpapan (Kaltim), Sorong (Papua Barat)

Gas Alam: Arun (NAD), Kepulauan Natuna (Kepri)
Batu Bara: Ombilin, Sawahlunto (Sumbar), Bukit Asam (Sumsel)
Tanah Liat: Dataran rendah P. Sumatra dan P. Jawa
Marmer/Pualam: Trenggalek (Jatim), Bayat (Jateng)
Pasir Kuarsa: Banda Aceh (NAD), Bangka Belitung, Bengkulu
Bauksit: P. Bintan dan Riau, diolah di Sumatra Utara (Proyek Asahan)
Emas dan Perak: Tembagapura (Papua), Batu Hijau (NTB), Tasikmalaya, Jampang (Jabar), Simau (Bengkulu), Logos (Riau), Meulaboh (NAD), Bolaang Mongondow (Sulut)
Timah: P. Bangka, P. Belitung (Babel), P. Singkep (Kepri). Pabrik peleburan timah di Muntok 

C. PPKN

Perilaku yang sesuai dengan pengamalan sila-sila Pancasila di sekolah:

1. Menaati tata tertib sekolah
2. Tidak membeda-bedakan teman
3. Mendengarkan nasihat guru
4. Aktif dalam organisasi sekolah
5. Mengerjakan tugas dengan baik


D. SBdP

Kliping: kegiatan menggunting bagian-bagian tertentu dari media cetak, seperti: majalah,
buku, koran, tabloid, dan lain-lain.

Langkah-langkah Membuat Kliping:

1. Tentukan tema
2. Cari seluruh informasi terkait tema yang dipilih
3. Gunting gambar-gambar cerita dari media
4. Tempelkan gambar cerita dan susun secara berurutan
5. Hiasi kliping dengan tempelan yang menarik, seperti bunga atau pita
6. Cantumkan nama-nama pembuat kliping

Salah satu jenis gambar cerita dalam kliping: Gambar ilustrasi

Fungsi gambar ilustrasi dalam kliping:

1. Menghidupkan sebuah cerita
2. Membantu pembaca untuk berimajinasi mengenai cerita
3. Memberikan bayangan langkah-langkah kerja
4. Memberikan bayangan bentuk alat yang digunakan dalam tulisan ilmiah
5. Menghubungkan tulisan dengan individualitas dan kreativitas
6. Mengomunikasikan cerita
7. Menerangkan konsep yang disampaikan
8. Memberikan humor-humor untuk menghilangkan rasa bosan

E. IPA

E.1. Sistem Gerak Manusia Secara Umum

Sistem Gerak Manusia: Kerjasama antar organ sistem gerak, seperti: rangka (susunan
tulang), persendian, dan otot

Sistem Gerak Manusia Berdasarkan Aktivitas:
1. Pasif: tulang dan sendi dalam rangka tubuh
2. Aktif: otot-otot yang melekat pada rangka

E.2. Rangka Manusia

Rangka: terdiri atas ± 300 ruas tulang (saat bayi) dan menjadi ± 206 ruas tulang saat dewasa.

Fungsi Rangka:
1. Penegak tubuh
2. Pembentuk tubuh
3. Tempat melekatnya otot
4. Tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah
5. Alat gerak pasif

Bagian-bagian Rangka:

1. Rangka Kepala (Tengkorak): Melindungi otak, mata, hidung, telinga, mulut, lidah, gigi,tulang dahi,tulang baji,tulang tapis, tulang pelipis, tulang ubun-ubun, tulang tengkorak belakang, tulang mata, tulang air mata, tulang hidung, tulang pipi, tulang langit-langit, tulang rahang atas dan bawah
tulang pangkal lidah

2. Rangka Anggota Badan: Melindungi jantung, paru-paru, dan organ pencernaan serta menyangga tengkorak, tulang belakang (leher, punggung, pinggang, kelangkang, ekor), tulang dada, tulang rusuk (rusuk sejati, rusuk palsu, rusuk melayang), tulang gelang bahu (selangka dan belikat), tulang gelang panggul (tulang usus, tulang duduk, tulang kemaluan)

3. Rangka Anggota Gerak Atas: Mengangkat, melempar, memukul, memegang,misalnya: tulang lengan, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, tulang jari tangan

4. Rangka Anggota Gerak Bawah: Berjalan, berlari, menendang, menahan beban tubuh, misalnya: tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, tulang jari kaki 

E.3. Otot dan Persendian sebagai Penunjang Rangka Manusia

Otot: terdiri atas sel-sel otot yang dapat mengerut (kontraksi) dan mengembang (relaksasi).

Ujung otot yang melekat pada tulang disebut tendon.
Sendi: penghubung antar tulang yang memungkinkan adanya gerakan pada tulang.

Jenis Sendi Berdasarkan Sifat Geraknya:

1. Sendi Mati: tidak dapat digerakkan sama sekali, terdapat pada tulang-tulang tengkorak
dan gelang panggul
2. Sendi Gerak: dapat digerakkan secara bebas
3. Sendi Kaku: dapat digerakkan secara minimum (gerakan terbatas), terdapat pada pergelangan tangan dan kaki, tulang rusuk dan dada, serta ruas-ruas tulang belakang

Jenis Sendi Berdasarkan Arah Geraknya:

1. Sendi Engsel: hanya dapat digerakkan ke satu arah (ditekuk), terletak di siku dan lutut
2. Sendi Peluru: dapat digerakkan ke semua arah, terletak di gelang bahu dan paha
3. Sendi Putar: digerakkan dengan cara berputar pada poros, terletak di leher 
4. Sendi Geser: hanya dapat digerakkan dengan cara bergeser, terletak di pergelangan tangan
5. Sendi Pelana: dapat digerakkan ke dua arah (samping dan depan), terletak di ibu jari dan ruas jari tangan paling bawah

MATERI KELAS IV

Rangkuman materi pembelajaran 1 tema 1 subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman Kelas 4 SD. Pada topik pelajaran tematik 1 SD/MI kelas IV tentang “Indahnya Kebersamaan” dibagi menjadi beberapa subtema, salah satunya Kebersamaan dalam Keberagaman. Subtema 2 ini dibagi menjadi 6 pembelajaran. Berikut ini ringkasan isi pembelajaran pertama. Sebelumnya kamu sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Sekarang kamu akan belajar tentang menjalin kebersamaan dalam keberagaman agama.
Ayo Membaca! Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti, Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerja sama. 


Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya. Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lani dan Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan. 

Saat percobaan akan dimulai, tiba-tiba terdengar adzan. Siti dan Udin meminta izin teman-temannya untuk shalat. Teman-temannya mengizinkan mereka untuk melakukan ibadah. Edo meminjamkan ruang makannya untuk digunakan Siti dan Udin Shalat. Meskipun Edo beragama Katolik, ia tidak keberatan rumahnya dipakai untuk shalat. Beni yang beragama Kristen, Dayu yang beragama Hindu, dan Lani yang beragama Buddha menunggu dengan sabar temannya beribadah. Keenam sahabat selalu menghargai satu dengan yang lain. 

Tiba saatnya keenam sekawan melakukan percobaan. Setiap orang menunjukkan tanggung jawabnya dalam bekerja. Tidak ada satu pun di antara mereka yang duduk diam atau memberi perintah saja. Semuanya ikut bagian dalam percobaan. Saat Dayu membutuhkan pertolongan memotong benang, Udin datang membawakan gunting. Saat Edo kesulitan menalikan benang di kaleng, Siti ikut membantu. Keenam sahabat bekerja sama dengan semangat. Mereka hidup rukun, saling membantu meskipun berbeda agama. 

Setelah melakukan percobaan tentang perambatan bunyi, Edo dan sahabatnya juga belajar bersama tentang sumber bunyi. Mereka membaca buku yang menyatakan bahwa telinga bisa mengetahui sumber bunyi. 

Ayo Mencoba! 

Ayo, kita membuktikannya dengan melakukan percobaan 

Laporan Kegiatan Percobaan 
Nama Percobaan: 
Tujuan Percobaan: 
Alat dan Bahan: 
Hasil Percobaan: 
Kesimpulan: 

Indra Pendengar (Telinga) 

Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan bentuk tubuh yang paling sempurna. Salah satunya adalah kita diberi indra pendengar (telinga). Dengan menggunakan indra ini, kita bisa mendengar berbagai suara, seperti kicauan burung, suara air mengalir, dan musik. 

Apa saja bagian dan fungsi indera pendengar? Hal apa yang perlu kita lakukan untuk merawatnya? Mari kita pelajari lebih jauh. 

Bagaimana telinga merasakan getaran? 

Semua bunyi membuat udara bergetar. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Saat itulah gendang telingamu juga mulai bergetar. Getaran dari gendang telingamu menjadi lebih besar di telinga tengahmu dan diubah menjadi pesan-pesan listrik di telinga dalammu. 

Apakah kamu pernah mengalami gangguan indra pendengar? Ceritakan!

Ayo Berdiskusi! 

Pahamilah teks Belajar dari Cerita dan diskusikan isinya dengan temanmu.

Jawablah pertanyaan berikut! 
1. Apakah perbedaan yang dimiliki oleh enam sekawan menghalangi mereka untuk berteman dan bekerja sama? Jelaskan! 
2. Bagaimana sikapmu jika kamu bermain dengan teman yang berbeda agama? 
3. Ceritakan pengalamanmu memiliki teman yang berbeda agama. Perbedaan apa yang kamu ketahui? Bagaimana sikapmu terhadap perbedaan tersebut?

Kalender Pendidikan TP 2020-2021

Sahabat yang membutuhkan kalender pendidikan tahun 2020-2021 bisa di unduh melalui Link berikut bisa di klik disini Unduh
Bisa juga langsung melalui drive


BLOG SISWA LITERASI MEMBACA

SDN Cibodas 8 Tangerang  membentuk tim literasi yang berang­gotakan guru dan siswa. Tim literasi ini dentuk untuk meningkatkan budaya gerakan literasi sekolah (GLS).

Kepala Sekolah SDN Cibodas 8, Hj Sri Murniati, S.Pd menjelaskan, pembentukan tim ini merupakan salah satu bagian dari upaya penggalakan literasi di sekolah yang kini sedang digalakkan. Literasi harus menjadi satu budaya di lingkungan pendidikan. untuk percepatan target itu, SDN Cibodas 8 Tangerang membentuk  tim literasi dari kalangan guru dan siswa

SDN Cibodas 8 tangerang telah menyusun program literasi dengan 15 menit membaca sebelum pelajaran di kelas di mulai, seluruh siswa wajib membaca buku. Dampaknya positif, Anak-anak kini lebih senang membaca. Dalam membumikan gerakan literasi sekolah SDN Cibodas 8 Tangerang melaksanakan berbagai kegiatan, selain 15 menit membaca bekerjasama dengan perpustakaan arsip Kota Tangerang, juga sedang mempersiapkan pojok literasi, dimana buku-buku disiapkan dan ditata berdasarkan kelas.

Hj. Sri Murniati menjelaskan budaya literasi penting ditanamkan kepada peserta didik, karena membaca dan menulis merupakan pokok salah satu aktivitas yang penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi.

"Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan mereka, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Selain untuk meningkatkan budaya membaca, membaca merupakan awal dari ilmu pengetahuan. Jika sering membaca maka kita tahu segala hal. Bagi siswa yang membiasakan  membaca akan trampil dalam berbahasa maupun kosakata" ujarnya.

Menurutnya tujuan kegiatan pembiasaan membaca itu adalah untuk membiasakan dan memotivasi siswa agar mau membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti, selain untuk membuka cakrawala dan memperluas wawasan untuk memahami lebih luas tentang dunia. Kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, diartikan sebagai upaya pemahaman literasi bahasa. 

Kegiatan Literasi dengan pembudayaan literasi akan  membentuk generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlak mulia, menumbuhkan minta baca, sehingga peserta didik cinta membaca. Dengan banyak membaca, ilmu siswa akan bertambah karena buku adalah jendela dunia. Tidak hanya wajib membaca namun para siswa juga bisa menuangkan ide maupun gagasan terkait apa yang dibacanya.

Tim guru, Osis, tim literasi dan orang tua siswa yg berkomitmen akan saling mendukung dan membantu kegiatan literasi. Khususnya kepada guru tim literasi, karena dengan kebersamaan ini tentunya menjadikan sekolah menjadi wadah dan sahabat bagi keluarga.

Terlaksananya kegiatan literasi tak luput dari dukungan orang tua maupun masyarakat sekitar. Literasi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat karena merupakan hak setiap orang untuk belajar sepanjang hayat. Dengan meningkatkan kemampuan literasi masing-masing individu dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup baik itu secara individu, keluarga maupun dalam masyarakat,